Lembaga Kebudayaan
Universitas Muhammadiyah Malang
Lembaga Kebudayaan
Universitas Muhammadiyah Malang

Mojokerto

POTENSI BUDAYA JAWA TIMUR


14. Mojokerto
 

  • Ludruk
    Salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal, yakni seni panggung yang umumnya seluruh pemainnya adalah laki-laki. Berbeda dengan ketoprak yang menceritakan kehidupan istana, ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat jelata, yang seringkali dibumbui dengan humor dan kritik sosial, dan umumnya dibuka dengan Tari Remo dan parikan. Saat ini kelompok ludruk tradisional dapat dijumpai di daerah Surabaya, Mojokerto, dan Jombang; meski keberadaannya semakin dikalahkan dengan modernisasi.

  • Bantengan Mojokerto
    Kesenian tradisional Bantengan yang tumbuh subur di daerah pegunungan di empat wilayah kecamatan, meliputi Pacet, Trawas, Gondang, dan Jatirejo, kini berkembang di hampir 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Seni Bantengan ini terdiri dari dua pemain yang berperan menjadi seekor banteng. Pemain depan dengan dua laki-laki bertugas menjadi dua kaki banteng di depan, dan kaki milik pemain yang lain bertugas sebagai dua kaki banteng bagian belakang. Tubuh banteng dibentuk dari selembar kain hitam yang menghubungkan kepala banteng dengan ekor banteng yang dimainkan oleh pemain yang di belakang. Atraksi seni budaya Bantengan ini dalam aksinya diiringi dengan musik gamelan yang dimainkan 6 orang atau lebih sesuai dengan kebutuhan. Sekarang ini seniman Bantengan lebih kreatif dan inovatif dan dalam atraksinya tidak hanya menampilkan satu bantengan, tetapi juga dua sampai tiga atau empat bantengan.

  • Kuda Lumping
    Kuda Lumping merupakan salah satu potensi yang ada di Wilayah Mojokerto, tumbuh dan berkembang ditengah-tengah proses kehidupan sosial masyarakat. Peserta diikuti oleh banyak kelompok dari berbagai wilayah Mojokerto.

  • Wayang Kulit Mojokerto
    Wayang Kulit Mojokerto ini agak kecil, sedang ukir-ukiran, ornamen dan tata warnanya juga berbeda bila dibandingkan dengan wayang kulit gaya Surakarta dan Yogyakarta. Bahan dasarnya kulit kerbau dan tanduk kerbau. Tatahan Wayang Purwo Jawa Timur ini lebih sederhana, dan lebih banyak memakai warna merah. Teknik pedalangannya, mempergunakan bahasa / dialek Jawa Timur.
Shared: